Thursday, September 9, 2010

Polisi Temukan Tiga Bom di Sekolahan


Tiga bom yang belum meledak ditemukan di Bangkok dalam hitungan waktu beberapa jam, salah satunya di depan sekolah dan satu lainnya di dalam pusat perbelanjaan.

"Bom pertama ditemukan di bawah kaki jembatan di luar sekolah di Bangkok tengah pada Rabu pagi," kata juru bicara polisi nasional Mayor Jenderal Prawut Thavornsiri, Kamis (9/9/2010).

Pada Rabu malam, dua bom lain, masing-masing berbobot sekitar lima kilogram ditemukan di pusat perbelanjaan dan di parkiran kementerian kesehatan umum di dekat provinsi Nonthaburi. Kedua bom tersebut telah dijinakkan.

Temuan tersebut didapat setelah beberapa kejadian ledakan granat dalam beberapa pekan terakhir di ibukota Thailand, yang tetap dalam keadaan darurat setelah kerusuhan berdarah pada April dan Mei saat unjuk rasa anti-pemerintah terjadi.

Pada Jumat, Thailand menempatkan 460 lokasi di seantero Bangkok dalam keadaan siaga tinggi, mengirim ribuan polisi, tentara dan pejabat pemerintah kota ke jalanan guna meningkatkan keamanan secara berkala.

Istana kerajaan, gedung penting pemerintah, instalasi pembangkit listrik dan transportasi umum mendapat perlindungan khusus dari Badan Penyelesaian Situasi Darurat (CRES), badan yang dibentuk untuk memonitor keamanan sejak kerusuhan pada April.

Wakil Perdana Menteri Thailand, Suthep Thaugsuban, yang bertanggung jawab atas keamanan nasional, mengatakan ia telah menginstruksikan para pejabat untuk kembali memperketat keamanan setelah ketiga bom tersebut ditemukan pada Rabu.

"Saya belum menerima laporan terperinci. Para petugas masih menyelidiki tetapi cukup sulit," tambahnya.

Ia mengatakan laporan bom palsu yang terjadi pada hari yang sama pada maskapai penerbangan Thai yang terbang dari Bangkok ke Los Angeles tidak ada kaitannya dengan kejadian di ibukota Thailand itu.

No comments: