Friday, May 18, 2012

Rencana Pembangunan Tempat Sirkuit F1 di Lombok

Impian Indonesia jadi tuan rumah Balapan F1 seperti halnya negara tetangga Malaysia sepertinya akan kesampaian, mengingat Bali Tourism Development Corporation (BTDC) berencana membangun kawasan wisata Mandalika Resort di Lombok seluas 1.175 hektar yang akan menjadi tempat eksotis di Indonesia selain Pulau Dewata Bali. Dan yang paling menjanjikan adalah rencananya di tengah-tengah kawasan Mandalika Resort akan dibangun sirkuit balap yang diproyeksikan untuk Sirkuit balap Formula 1. Tentunya akan lebih baik dari pada sirkuit Sentul Bogor.

"Kami sendiri yang harus mencari uang untuk membiayai infrastuktur. Selama enam bulan ini kami sudah menyiapkan segala sesuatu untuk menerbitkan obligasi untuk membiayainya," kata Senior Officer Business Development BTDC Alvaradar Erlangga Gandjar, Mataram, Jumat (6/1/2012).

Rencana ini tidak akan melibatkan campur tangan pemerintah, yang kali ini urusan kerjasama dan pendanaan, karena akan malah memperlambat pembangunan Mandalika Resort sendiri. Dana dari obligasi juga bakal digunakan BTDC membangun jalan yang menjadi cikal bakal sirkuit balap mobil yang juga diharapkan bisa menggelar balapan F1, yang letaknya persis di tengah-tengah kawasan wisata.

Nantinya MNC Group milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo melalui anak usahanya, PT Global Land Develompment, bakal mengelola 400 hektar lahan.

MNC akan membangun theme park atau taman hiburan terintegrasi seperti disneyland, underwater park dan techno park. Nantinya, sirkuit yang dimaksud bakal membangun plenary hall untuk penyelenggaraan konser dan pelabuhan laut untuk kapal pesiar dan kapal laut di sekitarnya.Di tempat yang sama, Kepala Divisi Operasi BTDC, I Gede Suparwata menambahkan, ketika mulai mengembangkan kawasan wisata Nusa Dua, BTDC memerlukan waktu setidaknya tiga tahun untuk membangun infrastruktur awal.

"Kita memerlukan waktu. Tapi untuk Mandalika Resort, mudahan kita bisa lebih cepat. Pembangunan infrastruktur bakal berjalan bersama, seiring kerjasama dengan investor," katanya.