Mendukung kampanye hemat energi dan "kampanye hijau", rumah paling terpopuler di Amerika Serikat White House akan "lebih hijau" dengan atap panel surya (solar panel).
Juru bicara pemerintahan Obama mengumumkan, Selasa 5 Oktober 2010, bahwa White House atau Gedung Putih akan menginstalasi panel tata surya sebagai sumber energi listrik sekaligus untuk pemanas air di atapnya mulai musim semi 2011.
"Presiden Obama mengatakan pada pemerintah federal untuk memberi contoh konkret dalam menciptakan peluang dan pekerjaan di energi bersih," kata Nancy Sutley, Kepala Dewan Gedung Putih bidang Kualitas Lingkungan, seperti dikutip USA Today, Rabu 6 Oktober 2010.
Pengerjaan instalasi panel tata surya di Gedung Putih tetap melewati proses tender. Departemen Energi AS yang akan memulai proses tender kompetitif tersebut dan memutuskan perusahaan mana yang akan mengerjakannya.
Obama, yang selalu gembar-gembor supaya menggunakan energi yang dapat diperbaharui, mendapat tekanan dari pemerhati lingkungan dan pemain industri panel surya untuk menginstal panel photovolotaic (penyerap tenaga surya) di atas atap Gedung Putih.
Barrack Obama bukanlah yang pertama. Sebelumnya, tepat di tahun 1979, Jimmy Carter menyematkan panel di atap Gedung Putih. Namun, panel itu disingkirkan di era Reagan tanpa sebab yang jelas.
Sementara di era George W Bush, penggunaan panel surya kembali digunakan sebagai sumber energi pemeliharaan gedung dan air hangat.
Bulan lalu, Bill McKibben, penulis buku tentang lingkungan, memimpin sebuah kelompok aktivis pemanasan global sempat membawa panel surya era Carter dari Unity College di Maine ke Gedung Putih. Kala itu, para aktivis meminta agar panel tata surya itu diinstal ulang di atap rumah Obama.
Sementara itu, sebuah koalisi perusahaan-perusahaan panel surya yang dipimpin oleh Sungevity menawarkan Obama panel-panel surya untuk atapnya secara gratis. Sekaligus meluncurkan brand "Globama" untuk menempatkan panel tersebut di atap Gedung Putih.
"Obama akan mulai menghemat uangnya dengan energi tata surya mulai tahun depan," kata pendiri Sungevity Danny Kennedy. "Perusahaan kami akan bersaing untuk mendapatkan kontrak itu."
Departemen Engergi AS mengatakan panel yang akan disematkan di atap Gedung Putih akan memproduksi listrik setidaknya 19.700 kilowatt per tahun, lebih dari dua kali lipat listrik yang terpakai secara rata-rata tiap tahunnya di Gedung PUtih, yakni 8.800 kilowatt.
Dengan demikian, rumah presiden yang berbasis di Washington itu dapat menghemat sekitar US$2.300 (Rp20,5 juta) per tahun untuk biaya listrik dan sekitar US$1.000 (Rp8,9 juta) untuk pemanas air. (sj)
Saturday, October 9, 2010
Partikel Alien Ditemukan di Kapsul Hayabusa
Kejutan diperoleh dari kapsul Hayabusa -- satelit luar angkasa buatan Jepang yang bertugas membawa sampel asteroid ke Bumi.
Ilmuwan mengaku menemukan partikel kecil yang diduga berkaitan dengan kehidupan ekstraterresterial atau alien di luar Bumi. Partikel itu ditemukan dalam tabung berdiameter 40 cm dan tinggi 20 cm yang dibawa Hayabusa.
Analisa menggunakan mikroskop elektronik menunjukkan, partikel tersebut mengandung karakteristik yang berbeda dari debu atau bubuk alumunium yang dikumpulkan Hayabusa.
Belum diketahui apa dan dari mana asal partikel tersebut. Namun, surat kabar Jepang, Yomiuri dan Kyodo memuat informasi bahwa, partikel tersebut diyakini berasal dari Bumi.
Staf badan antariksa Jepang atau Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) diharapkan menjelaskan detail temuan tak biasa ini. Hingga kini, belum ada penjelasan lebih lanjut.
Para ilmuwan JAXA selama ini telah mengidentifikasi partikel-partikel kecil yang dikumpulkan Hayabusa -- yang diyakini sebagai debu asteroid.
Ilmuwan berharap sampel asteroid itu bisa menguak rahasia mengenai asal-usul tata surya.
Hayabusa yang berarti 'Elang' dalah Bahasa Jepang diluncurkan pada 2003 dan menjadi satelit pertama manusia yang mendarat di atas asteroid dan mengumpulkan partikel-partikelnya.
Sejumlah insiden terjadi. Misalnya, Hayabusa gagal menyalakan proyektil di permukaan asteoid -- agar debu terkumpul dan bisa diambil. Namun, ilmuwan Jepang berharap, partikel debu yang dikumpulkan cukup signifikan untuk diteliti.
Meski menemui kendala teknis -- termasuk kerusakan giroskop dan kebocoran bahan bakar - ahli berharap bahwa Hayabusa telah menjalankan misinya.
Kini, staf JAXA sedang memeriksa sampel di dalam tabung multilayer bekerja sama dengan peneliti badan antariksa Amerika Serikat, NASA.
Juru bicara JAXA sejauh ini menolak berkomentar tentang partikel aneh ini. Hasil akhir penelitian sampel tidak dijamin bisa keluar dalam waktu beberapa bulan.
****
Diluncurkan 2003, satelit buatan Badan Antariksa Jepang atau Japanese Aerospace Exploration Agency (JAXA) ini mendarat dan mulai menjelajah asteroid 25143 Itokawa pada 2005 selama 30 menit, sebelum memulai perjalanan panjang pulang ke Bumi.
Hayabusa mendarat di pedalaman Adelaide, Australia pada Senin 14 Juni 2010 setelah melakukan perjalanan selama tujuh tahun sejauh 6 miliar kilometer dari Bumi.
Selain soal tata surya, para ilmuwan berharap contoh batu yang dibawa Hayabusa akan menjawab teka-teki, apa yang tidak kita ketahui tentang asteroid.
Termasuk, seberapa besar ancaman batu luar angkasa itu bagi Bumi.
Salah satunya, Asteroid Aphopis yang diperkirakan sangat dekat dengan Bumi pada 13 April 2036. Meski NASA memprediksikan Aphopis masih dalam jarak aman, 18.300 kilometer di atas permukaan bumi, ukuran asteroid itu dua kali lapangan sepakbola.
Ibu Buntung Ini Mempunyai 130 Anak
XIANGTAN, KOMPAS.com — Tidak semua kecacatan secara fisik berakhir dengan penderitaan yang berkepanjangan, seperti yang dialami Xu Yuehua, seorang ibu cacat yang tidak memiliki dua kaki.
Padahal, Xu Yuehua 55 tahun yang lalu dilahirkan sebagai anak yang normal dan tumbuh menjadi gadis cantik yang normal.
Namun, sekitar 37 tahun yang lalu Xu Yuehua mengalami kecelakaan hebat. "Saya kehilangan kedua kaki saya. Saat itu saya sempat putus asa, tetapi saya tidak boleh menyerah," katanya.
Xu lalu memutuskan untuk mengabdikan sisa hidupnya dengan melayani sesama terutama, anak yatim piatu.
Selama 37 tahun dia mengabdikan diri dengan mengadopsi dan mengangkat anak hingga berjumlah 130 anak.
Para anak asuhnya ini berada di Institut Kesejahteraan Sosial Xiangtan, Provinsi Hunan, China Tengah. Dia mengasuh sendirian, dengan menggunakan bangku kecil tempat dia bergerak dan berpindah dari satu tempat tidur menuju tempat tidur yang lain.
Ketika harus melakukan perjalanan yang agak jauh, salah satu anak angkatnya akan menggendong Xu. "Dia anak yang kuat. Aku digendong untuk pergi yang agak jauh," katanya.
Xu mengaku tidak pernah menyesali keputusannya dalam melayani anak yatim tersebut. Dia justru mendapat kebahagiaan dengan pekerjaannya tersebut.
BMKG Tangkis Isu Gempa Besar di Selatan Jawa
Maraknya SMS palsu yang beredar tentang potensi gempa besar membuat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) angkat bicara.
Melalui situs resminya, BMKG menyiarkan pernyataan bahwa SMS yang mengklaim bahwa akan terjadi gempa besar antara tanggal 8-11, adalah tidak benar.
"BMKG menyatakan bahwa isu tersebut tidak benar dan menyesatkan," kata BMKG.
Dalam SMS tersebut, dikatakan bahwa pada 8-10 Oktober 2010 akan terjadi gempa besar di Pantai Selatan Jawa dan Jakarta. SMS itu bahkan mengatasnamakan pegawai BMKG.
Masyarakat diimbau untuk waspada dan tak menanggapi isu itu. "Tidak ada pegawai BMKG yang pernah menyatakan akan terjadinya suatu gempa bumi besar ke depan dan tidak akan pernah, karena gempa bumi saat ini belum bisa diprediksi kapan akan terjadi."
Untuk itu, masyarakat yang menerima SMS semacam itu sebaiknya tidak menyebarkan SMS sesat tersebut kepada orang lain, tapi melaporkan kepada instansi yang terkait.
SMS-SMS berisi kabar bohong memang masih sering dijumpai di kalangan pengguna ponsel. Tak hanya menyebarkan isu berbau SARA, seringkali pesan-pesan SMS ini juga memanfaatkan kekhawatiran masyarakat terhadap bencana alam
Melalui situs resminya, BMKG menyiarkan pernyataan bahwa SMS yang mengklaim bahwa akan terjadi gempa besar antara tanggal 8-11, adalah tidak benar.
"BMKG menyatakan bahwa isu tersebut tidak benar dan menyesatkan," kata BMKG.
Dalam SMS tersebut, dikatakan bahwa pada 8-10 Oktober 2010 akan terjadi gempa besar di Pantai Selatan Jawa dan Jakarta. SMS itu bahkan mengatasnamakan pegawai BMKG.
Masyarakat diimbau untuk waspada dan tak menanggapi isu itu. "Tidak ada pegawai BMKG yang pernah menyatakan akan terjadinya suatu gempa bumi besar ke depan dan tidak akan pernah, karena gempa bumi saat ini belum bisa diprediksi kapan akan terjadi."
Untuk itu, masyarakat yang menerima SMS semacam itu sebaiknya tidak menyebarkan SMS sesat tersebut kepada orang lain, tapi melaporkan kepada instansi yang terkait.
SMS-SMS berisi kabar bohong memang masih sering dijumpai di kalangan pengguna ponsel. Tak hanya menyebarkan isu berbau SARA, seringkali pesan-pesan SMS ini juga memanfaatkan kekhawatiran masyarakat terhadap bencana alam
"83 Persen Wilayah Indonesia Rawan Bencana"
Sebanyak 83 persen wilayah Indonesia adalah daerah rawan bencana. Potensi bencana ini harus digunakan pemerintah sebagai acuan dalam mengeluarkan kebijakan pembangunan.
"Artinya hampir seluruh wilayah Indonesia punya potensi bencana. Ini harus jadi acuan, konsentrasi pemerintah dalam melakukan pembangunan," kata Ketua Konsorsium Pengurangan Resiko Bencana, Dadang Sudarja dalam diskusi 'Bencana Alam Mengancam' di Jakarta, Sabtu 9 Oktober 2010.
Menurut dia, berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat setidaknya terdapat 6.000 lebih bencana terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Bencana itu, kata dia, tidak hanya terjadi di daerah, melainkan juga terjadi di Jakarta. "Di Jakarta saja kami catat dari bulan Januari sampai September terjadi 23 kali banjir, artinya dalam satu bulan lebih dari satu kali banjir," kata dia.
"Bayangkan, ibu kota negara yang tidak boleh banjir saja terjadi banjir. Padahal Jakarta sudah dipegang ahlinya."
Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Berry Nahdian Furqan mengatakan, untuk mengurangi bencana alam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus menertibkan kementrian sektoran di jajarannya. Pasalnya, banyak peraturan kementrian sektoral yang tidak sesuai dengan kebijakan lingkungan SBY.
"Pak SBY harus berani menertibkan menteri-menteri sektoral, karena pola pembangunan yang dikembangkan tidak sesuai dengan pembangunan yang diinginkan SBY," kata Berry.
Menjawab hal itu, Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, Felix Wanggai mengatakan untuk menanggulangi bencana, pemerintah telah mengubah kebijakannya. Menurut dia, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) pemerintah telah memasukkan kebijakan rawan bencana. "Kebijakan ini berbeda dengan program lima tahun yang lalu, dan salah satu aspek adalah peta rawan bencana kita masukkan dalam RPJM," kata dia. (umi)
Kapten Uruguay Puji Bambang Pamungkas
VIVAnews - Meski tak mencetak gol dalam laga melawan Uruguay, striker Indonesia, Bambang Pamungkas mendapatkan pujian dari tim lawan.
Pujian kepada BP dilayangkan kapten Uruguay, Diego Lugano. Terutama menyangkut gol pembuka laga ini yang dicetak striker Indonesia, Boaz Solossa di menit 18. Gol Boaz hasil assist BP.
"Pemain nomor 20 (BP) itu beberapa kali menyulitkan saya. Terutama assist-assist (umpan) dia," kata Lugano seusai pertandingan.
Lugano yang bermain di klub Turki, Fenerbahce juga sepakat dengan pelatih Oscar Washington Tabarez jika Indonesia bermain cepat. Dan itulah yang menjadi andalan Tim Merah Putih.
"Karena postur para pemain Indonesia lebih kecil, maka pola bermain cepat itu bisa dilakukan," lanjut Lugano (29 tahun).
Meski mendapat pujian dari Lugano, pelatih Indonesia, Alfred Riedl menarik BP di babak kedua. Striker Persija Jakarta itu digantikan striker muda asal Arema FC, Yongky Aribowo.
• VIVAnews
Boaz Bangga Cetak Gol & Dapat Kaos Suarez
VIVAnews - Pencetak gol semata wayang Indonesia ke gawang Uruguay, Boaz Solossa masih bisa sedikit tersenyum meski menderita kalah telak 1-7.
Apalagi, Boaz mencetak gol pembuka dalam laga ini pada menit 18. Striker Persipura Jayapura ini memanfaatkan kehilangan konsentrasi sepersekian detik lini belakang Uruguay.
"Tentu, saya senang bisa mencetak gol dalam pertandingan ini. Tapi, itu bukan yang utama. Karena yang paling penting adalah bagaimana kita bisa tampil lebih baik," kata Boaz seusai pertandingan.
Hasil pertandingan dimana Indonesia kalah telak, tentu membuat Boaz harus berlapang dada. "Pertandingan ini akan kita buat sebagai pelajaran," katanya.
"Kita harus banyak belajar, permainan Uruguay memang jauh di atas. Kita akan lihat serta pelajari lewat video dan rekaman seperti apa permainan Uruguay sehingga kita bisa belajar dari sana."
Meski kecewa dengan kekalahan telak itu, Boci masih bisa sedikit tersenyum. Karena ia bisa bertukar kostum dengan striker Uruguay, Luis Suarez yang mencetak hattrick dalam laga ini.
Suarez rela memberikan kostumnya kepada Boaz, karena striker keling ini mencetak gol pembuka dalam laga itu. Gol yang menyadarkan para pemain Uruguay untuk membalikkan keadaan dan menang telak.
• VIVAnews
Subscribe to:
Posts (Atom)